promosi online

Rahasia Arti sebuah Tema "Menjemput Makna Persaudaraan"

Jangan Pernah Heran Kalau hubungan Antar sesame.. Hubungan antar anggota, Antar pribadi.. Antar kau dan aku.. Jarang bisa bersua. Malah, Bukan suatu yang mustahil, kita tak kan pernah saling bersaudara. Dalam sebuah persaudaraan yang sejati.

Yaitu persaudaraan dimana “engkau” bukan lagi seorang “asing”, seorang “dia” …!!
Persaudaraan dimana “engkau” Bukan lagi orang “antah-berantah” yang hanya kebetulan beratatap muka. Bukan lagi persaudaraan karena engkau berguna untuk aku dan yang lainya. Bukan lagi persaudaraan lantaran kita saling berjumpa. Bukan lagi  persaudaraan lantaran kita sering menyapa, bukan lagi persaudaraan lantaran  kita pintar menjawab salam, bukan pula persaudaraan lantaran kita satu tempat teduh, Apalagi lantaran mahir bersandiwara..!!

Tapi, lebih dari segala itu. Lebih sekedar saling sapa. Lebih sekedar saling jabat pun lebih pula dari sekedar diskusi, tarik suara. Sebab bukan suatu kemustahilan untuk membangun sebuah persaudaraan yang sejati menunjukan kita pun masih bisa dan tetap bersaudara ditengah kegalauan massa disaat ini..!!!!!

Ya, itulah persaudaraan dimana ‘kau’, ‘aku’ dan ‘yang Lainya’ melebur menjadi ‘Kita’ (Ranita) Menyatu dalam suka dan duka untuk mencapai satu tujuan .  bersatu dalam suatu kebersamaan yang dalam tapi nyata. Bertahta dlam kemaujudan dan tetesan air mata yang akan bersemayam dalam hati yang penuh dalam kepercayaan satu sama lainnya disana akan menjelma dalam satu cita-cita.. Duhai siapa pun akan iri melihat sebuah persaudaraan yang di bangun dalam sebuah peroses kebersamaan dalam suka dan duka..!!

Ternyata interellisasi tersebut seolah tersusun tangga untuk menju kepersaudaraan sejati, mulai tangga dari bawah, yang lebar dan luas dan banyak manusianye tetapi keadaanya selalu abstrak, sampai tangga yang tertinggi dan semakin kecil dan sedikit pula manusia disana tapi Nyata keberadaan mereka. Sebab memang tak banyak orang yang sanggup menggapainye dan melalui tangga-tangga tersebut, dan aku akan bertanya kepadamu kalau kamu menganggap saudara kamu memilih tangga yang mana.. mau yang banyak tapi abstrak atau sedikit tapi nyata… ??

Dari jumlah persaudaraanmu menuju persaudaraan yang sejatinya dari 39 tersisa 13 dan sekarang tersisa 8 dan tak tahu saudara sejati tinggal berapa diakhirnya…. “Kutipan makna sebuah cerita tema sebuah pendidikan “menjemput makna persaudaraan”  yang amat dalam artinya dan tersisa hanya sebuah tangisan dan rintihan seorang yang tak sanggup melewatin tangga selanjutnya.

Walaupun sisa 1 dari 8 yang sekarang dirumah keluarga kedua ia akan menunggumu dan menjemputmu kamulah saudara sejati dan tidak akan pernah diragukan lagi persaudaraanmu, karna kamu telah sanggup melewati tangga-tangga dari yang besar hingga menuju tangga terkecil.
Dan jangan pernah melupakan saudara yang lainya mungkin mereka belum pernah betapa nikmatnya rasa dalam membangun persaudaraan dalam melalui suka dan duka selalu bersama.

Disaat akhir nanti kau akan mendengar teriakan selamat datang saudara dengan linangan air mata kebahagiaan mereka lah orang-orang yang berteriak yang pernah merasakan tangga-tangga untuk menuju persaudaraan sejati, dan aku akan kembali dan melebur menjadi satu bersama dalam lingkaran keluarga yang Nyata. RANITA….AAA…AAAAAAAAAA  gemetar rasanya hati ini saat teriakan itu dilontarkan dan hanya linangan air mata yang jatuh menjadi saksi dan bukti kalau kita semua menjadi satu rasa bahagia dan haru menjadi satu, bahagia kalau kita semua telah berhasil dan membuktikan kepada kelurga baru kalau aku sudah memiliki jiwa kekeluargaan yang sejati dan haru ketika teringat nama-nama saudaraku yang belum sanggup untuk mencapainya dan hanya sebuah penyesalan dan linangan air mata kembali jatuh kenapa aku melepasnya dan meninggalkanya kalau kita sebenarnya mampu untuk bersama dalam suka dan duka menuju persaudaraan sejati tetapi kau tetap saudaraku yang bernah ada bersamaku tapi entah kapan kau mau menyusulku melewati tangga-tangga itu, kita dapat bersama kembali dalam menentukan tujuan bersama Kau Saudaraku... Kau Saudaraku... Kau Saudaraku. RANITAAAAAAAAAAA…. RANITAAAAAAAAAAAAAA

*Orang Yang pernah Merasakan Tangga-tangga Itu